Kamera Inframerah dapat Memperkecil Kecelakaan Kerja

Kamera Inframerah dapat Memperkecil Kecelakaan Kerja

28 April 2016

Kegiatan di bidang industri tentunya tidak lepas dari resiko kecelakaan kerja. Untuk itulah perlu dilakukanya usaha untuk memperkecil resiko tersebut. Salah satunya adalah penggunaan kamera inframerah. Kemampuan kamera inframerah dapat mengenali gejala kerusakan pada objek yang tersembunyi. Sehingga tanpa harus melakukan bongkar pasang, kerusakan dapat dideteksi dengan mudah.

Salah satu keadaan yang cukup membahayakan ketika deteksi dini tidak dapat dilakukan adalah adanya kebocoran gas pada pipa-pipa pembuangan. Pipa yang terdapat bocor atau atau berkarat pada bagian dalamnya tidak dapat dilihat secara kasat mata. Untuk itu dibutuhkan suatu alat khusus yang dapat mendeteksi keadaan tersebut, yaitu kamera inframerah.

Pipa yang mengalami kerusakan pada bagian dalamnya akan menunjukan adanya perbedaan suhu. Hal ini dapat ditangkap oleh kamera inframerah sehingga kerusakan tersebut dapat dideteksi sebelum memakan korban. Atau juga potensi yang akan ditimbulkanya, sehingga pencegahan dapat dilakukan sebelum hal itu benar-benar terjadi.

Pada sambungan kabel listrik misalnya, pada sambungan yang kurang tepat maka akan menimbulkan panas pada sambungan tersebut. Jika hal ini tidak segera diketahui maka potensi kebakaran cukup besar. Suhu dari sambungan yang tidak pas dapat menghasilkan panas yang cukup untuk membakar sesuatu. Hal ini sering menyebabkan kebakaran yang diesebabkan arus listrik.

Pada jembatan beton, beton yang tampak kokoh dari luar belum tentu kokoh dari dalam. Saat pembuatan beton sangat dimungkinkan tercipta rongga udara di dalam adonan. Dan itu akan semakin membesar jika beton mendapat tekanan dan pergerakan. Lubang pada beton jembatan adalah berita buruk dan mengundang potensi kecelakaan yang parah. Kamera inframerah biasa digunakan untuk supervisi jembatan beton.




Comments are closed.